Khutbah Jumat
MAKNA HIJRAH
DALAM KONTEKS KEKINIAN
Dr. La Jamaa, MHI
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Jama’ah salat
jumat yang berbahagia.
Alhamdulillah kita
panjatkan ke hadirat Allah swt atas karunia iman, kesehatan dan kesempatan
sehingga kita dapat melaksanakan salat jumat di masjid yang mubarak ini. Semoga
salawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi akhirul
zaman, Muhammad Rasulullah saw yang telah berjuang tanpa pamrih mengantarkan
manusia ke jalan yang benar dengan iman, Islam dan ihsan.
Marilah dalam hidup ini
kita selalu berusaha untuk bertakwa kepada Allah sekuat kemampuan kita dalam
mentaati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
Ma’asyiral muslimin RH. Pelaksana salat jumat yang
berbahagia.
Pertukaran
siang dan malam terus datang silih berganti hingga tanpa terasa kita telah
berada di awal tahun baru 1435 Hijriah.
Tahun
1434 telah pergi untuk selamanya dengan meninggalkan sejuta kenangan manis dan
pahit dalam perjalanan hidup setiap muslim.
Keberadaan
tahun hijriah memiliki makna historis yang berkaitan erat dengan peristiwa
hijrahnya Rasulullah saw beserta para pengikutnya dari Makkah al-mukarramah ke
Madinatul munawwarah. Peristiwa hijrah tsb dilakukan atas perintah Allah dalam
merespon aksi kekejaman kaum kufar di Makkah terhadap kaum muslimin saat itu.
Penyiksaan dilakukan kepada pengikut setia Nabi saw dengan tujuan agar kaum
muslimin kembali kepada kemusyrikan.
Ma’asyiral
muslimin rh
Dengan
keyakinan yang mantap kepada jaminan Allah, kaum muslimin rela meninggalkan
harta benda mereka di Makkah. Karena yang mereka harapkan bukan kemakmuran
materi namun yang mereka utamakan adalah keredlaan Allah swt. Jika Allah redla
maka tak ada yang sulit dalam kehidupan. Nabi saw berpesan dalam sebuah
hadisnya:
faman kanat hijratuhu ilallahi
war rasulihi fi hijratuhu ilallahi war rasul. Faman kanat hijratuhu li dunya
yusibuha awim-ra-atun yankihuha fa hijratuhu ma hajara ilaih
“Barangsiapa yang berhijrah karena
Allah dan rasul-Nya, maka dia akan mendapat pahala hijrah karena Allah dan
Rasul. Namun barangsiapa yang hijrah karena mengharapkan kepentingan dunia atau
wanita akan dinikahinya, maka dia akan mendapat balasan sesuai dengan tujuan
hijrahnya itu.” (HR Muslim)
Hijrah merupakan awal kebangkitan Islam dan awal kemerdekaan umat Islam
dalam realitas kehidupan serta kebebasan dalam beribadah kepada Allah swt. Kota
Madinah saat itu merupakan basis perjuangan umat Islam menuju kehidupan yang
aman, tenteram, rukun dan damai.
Menilik
peristiwa historis yang sangat berarti itu sehingga khalifah Umar bin Khattab
menetapkan awal hijrah Nabi beserta para pengikutnya ke Madinah itu sebagai
awal kalender Islam, sebab menurut sayidina Umar: al-hijratu mufarriqatun
baynal haqqi wal bathil (hijrah merupakan batas pemisah antara yang benar
dengan batil). Hal itu bertujuan agar semangat hijrah tersebut dapat dijadikan
sebagai suri teladan dalam mentaati ajaran Islam dalam kehidupan.
Ma’asyiral
muslimin rh
Makna
hijrah meliputi beberapa aspek kehidupan antara lain:
Pertama,
hijrah dalam arti pindah dari darul kufri, daerah yang penuh kekufuran,
ke daerah Islam, bagi orang-orang yang baru masuk Islam, tetapi selalu mendapat
tekanan di tengah-tengah kaumnya. Hijrah seperti inilah yang dilaksanakan oleh
umat Islam pada awal Islam.
Menurut
catatan sejarah, langkah awal yang dicanangkan Nabi saw setibanya di Madinah
adalah mendirikan masjid. Karena masjid merupakan pusat ibadah sekaligus sarana
yang strategis untuk menggalang persatuan umat Islam yang kuat. Masjid sebagai
baitullah, adalah milik Allah sehingga siapapun dari kalangan umat Islam berhak
beribadah di dalamnya.
Islam
tidak mengenal pemisahan suatu masjid yang dikhususkan bagi suatu masyarakat
dimana masjid itu berada, agar ukhuwah Islamiah dapat terbina secara
menyeluruh. Apalagi patut disadari, bahwa persahabatan yang terjalin dari dalam
masjid memiliki kesan rohani yang sangat mendalam. Orang yang berjauhan laksana
langit dan bumi dapat dipertemukan di mihrab dan tempat sujud. Mereka berpisah
karena perbedaan nasib dan bakat namun bertemu kembali dalam shaf di saat shalat.
Berbeda pendapat dan pandangan tetapi sama-sama menghadapkan wajah mengikuti
imam.
Ma’asyiral
muslimin rh
Makna
hijrah yang kedua adalah keluar dari daerah atau perbuatan syirik dan bid’ah.
Dalam realitas kehidupan syirik atau menyekutukan Allah selalu memikat hati
setiap manusia termasuk orang yang bergama Islam. Bid’ah adalah amalan ibadah mahdah
yang diada-adakan tanpa dalil yang sahih. Dalam kaitan ini kaidah fiqh
menegaskan: al-aslu fil ‘ibadati
al-buthlan hatta yaqumad dalilu ‘alal amri (pada dasarnya ibadah itu batal
dilakukan sehingga ada dalil yang memerintahkannya). Nabi saw telah menegaskan
dalam sebuah hadisnya: man ahdatsa fi amrina hadza ma laysa minhu fahuwa
raddu (barangsiapa yang mengada-adakan dalam agama kita ini sesuatu yg
tidak memiliki dasar, maka ia tertolak) HR Bukhari Muslim.
Bid’ah
berbeda dengan amalam yang merupakan hasil ijtihad dari dasar syar’i yang kuat.
Allah menegaskan dalam QS al-An’am: 153
‘Dan sungguh yang kuperintahkan ini
adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari
jalanNya.
Dengan
demikian penilaian utama terhadap ibadah setiap muslim bukan pada jumlah semata
namun juga harus memperhatikan kualitasnya.
Ma’asyiral muslimin rh
Syirik
adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dalam segala bentuk dan
manifestasinya. Syirik dan tauhid laksana dua garis lurus yang sejajar, yang
logikanya tidak pernah berpotongan. Demikian pula syirik dan tauhid tak akan
pernah kompromi dan bertemu pada satu tujuan. Seperti halnya dua garis yang
sejajar yang nampak seolah-olah bertemu pada jarak tak terhingga, syirik pun
menyesatkan manusia karena disangka dapat berkompromi dengan tauhid, padahal
antara keduanya terdapat perbedaan bagaikan siang dan malam serta berjauhan
seperti langit dan bumi.
Salah
satu bentuk kemusyrikan adalah mempercayai keterangan dukun dalam
masalah-masalah yang gaib. Nabi saw mengingatkan bahwa:
‘Siapa
yang datang kepada dukun lalu ia percaya pada keterangannya, maka ia terlepas
dari apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Siapa yg datang kepada dukun
tapi tidak mempercayai keterangannya, maka tak akan diterima shalatnya selama
40 hari.’ (HR Tabrani)
Menurut
salah satu hadis sahih, bahwa keterangan dukun tsb berasal dari berita alam
gaib yang dicuri oleh Jin dan disampaikan kepada dukun setelah dicampur dengan
100 macam kebohongan. Sehingga berita dukun adalah bohong pula.
Saat
ini marak dengan sms yang menawarkan nomor togel yang seolah-olah nomor tsb
merupakan nomor jitu yang jika dipasang, maka akan memberikan keberuntungan
bagi pemasangnya. Yang pasti, bahwa tawaran nomor-nomor togel adalah bohong.
Secara logika sederhana, jika memang nomor itu benar jitu, maka tak perlu
susah-susah ditawarkan kepada orang lain dengan imbalan Rp. 50.000 atau Rp.
100.000. Lebih baik pemilik nomor itu sendiri yang pasang sehingga mendapatkan
uang dari bandar togel. Namun sebenarnya, tawaran tsb hanyalah sebuah
kebohongan. Perlu disadari, bahwa tak ada orang yang kaya dari judi apapun
namanya, termasuk togel. Sebaliknya, orang-orang yang kaya memperoleh hartanya
dari usaha dan kerja keras.
Ma’asyiral
muslimin
Untuk
itu setiap muslim perlu memiliki istiqamah, keteguhan hati dan pendirian pada
jalan yang diredai Allah. Iman adalah dasar dan batas terakhir sedangkan
istiqamah merupakan penghubung antara dasar dan batas terakhir tadi. Istiqamah
merupakan cermin dari iman yang akan terpancar dalam realitas kehidupan
seseorang.
Istiqamah
itu sendiri berpangkal dari benarnya iman dan mengikuti ajaran Nabi saw lahir
dan batin. Iman tanpa istiqamah tak
akan sempurna dan istiqamah tanpa dasar iman berarti batil. Sayid Sabiq
mengemukakan: fa idza shalahatil ‘aqidah shalahas suluk wastaqam wa idza
fasadat fasada wa a’waj (bila akidah atau keimanan itu baik, maka akan baik
pula seluruh kehidupan dan kehidupan. Tapi jika iman itu rusak, maka semuanya
akan binasa dan berantakan).
Ma’asyiral
muslimin rh
Makna
hijrah yang ketiga adalah keluar dari kemungkaran menuju kepada kesalehan.
Salah satu kemungkaran yang nyata adalah kebiasaan meminum minuman keras.
Bahkan saat ini meningkat dengan narkoba. Banyak di kalangan umat Islam yang
terkecoh dengan persepsi keliru yang mengira kebiasaan meminum minuman keras
sebagai gaya hidup modern. Padahal kebiasaan menenggak minuman keras telah
marak di zaman jahiliah pada awal Islam.
Semoga
semangat hijrah dapat kita aplikasikan dalam konteks kekinian, untuk hijrah
kepada sikap hidup yang bersungguh-sungguh dalam bekerja dan beribadah kepada
Allah, disertai dengan sikap optimis karena jika kita berusaha secara
sungguh-sungguh dengan mengharapkan pertolongan Allah maka tak ada yang tak
mungkin bisa terwujud. Dalam mencapai cita-cita yang mulia, diperlukan
perjuangan dan setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan disertai keuletan dan
ketabahan.
Demikianlah semoga khutbah jumat ini dapat bermanfaat bagi kita dalam menggapai
redla Allah, amin ya Rabbal ‘alamin.
Materi khutbah ini bersumber dari beberapa referensi al:
- Kitab Naylul Authar: asy Syaukani
- Kaidah-Kaidah Fiqh: D. Djazuli
- Lentera Hati: M. Quraish Shihab
- dll
Best casino 2021【FULL review & exclusive bonuses
BalasHapus› casino 목포 출장마사지 › 2021/09/18 › best-casino › casino › 2021/09/18 › best-casino 부천 출장마사지 The Best 전라남도 출장마사지 Casino Review 2021 Casino Review 2021 군산 출장안마 Play at our casino, get exclusive no deposit bonuses and free spins. Rating: 경상남도 출장안마 3.5 54 votes